Not all writings show the writers' true feeling. It's only their ways to entertain the readers. Sincerely me

Jumat, 31 Oktober 2014

Titik Harap

Kau masih disana bukan?
Berdiri diseberang jalan, mencoba mengalihkan pandangan dg titik sudut menuju pada objek yang tidak asing lagi.
Setiap celah, setiap semesta merestuimu menemukan kesempatan itu kau pasti menujunya bukan?
Tak jemu melihatnya berlari kesana kemari, terjatuh, tertawa, berceloteh.
Mengetahui bahwa ia ada disekitarmu rasanya seperti itu saja cukup ya.
Tanpa berharap dan mengingkan lebih.
Dan kau bersandar pada dinding kusam itu, menerawang dan bertanya mengapa.
"Kehidupan ini aneh."
Atau
"Kenapa harus seperti ini."

Berpikir... terus seperti itu setiap harinya. Tanpa mencoba mengubahnya, tanpa kau tau bahwa ia juga mengharap yang sama.

2 komentar:

  1. gak update lagi nih mba, udah setahun loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih banyak yg ujung-ujungnya jadi draft. Lagi menulis di tempat lain haha (read: skripsi). Thanks for reminding me, btw. :)

      Hapus