Not all writings show the writers' true feeling. It's only their ways to entertain the readers. Sincerely me

Rabu, 14 Maret 2012

It's All About Trusting

"Trust is like a chocolate that once it melts, you can never put it back to its original shape." - Notebook
"Trust is like a paper, once crumpled won’t be perfect again."
Pagi ini terasa amat melelahkan. Bahkan bau setangkup roti bakar pun tak sanggup membuat tubuhku bergeming. Aku merasa agak lelah setelah semalaman berseteru dengan pikiranku sendiri. Mungkin menulis bisa membuatku merasa lebih baik. Ya, mungkin?

Laptop telah berpindah ke atas pangkuan, tapi pikiranku masih saja buntu. Bukan karena aku tak menemukan banyak ide. Terlalu banyak. Hingga aku tak tahu bagaimana cara memasukannya. Kau tau sendiri kan bagaimana rasanya menulis diantara ratusan masalah yang ingin dituangkan?

Lalu, apa kau tahu keisengan yang selalu kulakukan kala aku tidak mendapatkan kata untuk memulai kalimat? Membuka timelinemu. Mengapa? Entah aku juga tidak mengerti. Aku selalu mendapat ide dari setiap kata polos dan jujur yang selalu kau tuangkan di twittermu.

Tapi aku menemukan tweet itu lagi di twittermu. Tweet yang sedari malam tadi membuatku resah. Haruskah aku berhenti mempercayaimu? Janjimu? Ucapanmu? Sedikit aneh memang -ya, kau tau mengapa-, tapi ketahuilah aku mempercayai setiap kata yang pernah kau ucapkan kepadaku dulu. Sampai detik ini.