Kuhaturkan Selamat Pagi untukmu yang berada jauh bermil
mil dari Indonesia. Selamat Pagi! Aku tebak kau masih terlelap dalam pulasmu
setelah berlatih keras di kota pelabuhan nun jauh disana, Merseyside. Peluh, tekanan, dan ekspektasi pasti sanggup
membuat otakmu jumpalitan bukan? Merantau jauh dari Cadiz pasti membuatmu
merasa sedikit lelah. Ah, sudahlah tak usah dengarkan ke-soktauan ku ini.
Februari 2011 adalah saat dimana aku mulai mengenalnya lewat sebuah forum
online sepakbola di internet. Dia yang namanya sering disebut membuatku
penasaran dan mulai menelusuri google hingga youtube untuk mencari tau
tentangnya. Sama seperti yang lain, apapun yang diperlihatkan youtube selalu
tampak luar biasa bukan?
Pujian dan sandingan dengan nama-nama hebat membuatku mulai
memperhatikan setiap pertandingan yang ia mainkan. Hingga suatu hari aku benar
benar jatuh hati pada sebuah tendangan bebasnya. Indah. Persis seperti tarian
dan liukan yang ia tunjukkan bersama teman temannya.
Itulah awal aku mengenal ia yang setengah musim belakangan
ini telah merebut banyak hati gadis dengan paras menawan khas lelaki Spanyol. Senyum indah dan style kerennya menyempurnakan
maha karya indah ciptaan Tuhan.
Setengah musim ini,
dia telah bermain di tingkat yang lebih tinggi. Itulah yang ia harapkan sejak
menapakkan kaki di Anfield. Tapi tunggu, aku melihat sedikit perbedaan
dengannya yang dulu. Apa dia lelah dengan pujian dan sandingan dari mereka? Apa
dia lelah dengan ekspektasi yang selalu menuntutnya untuk tampil bagus? Ataukah
dia mulai letih menunjukkan penampilan terbaiknya untuk menarik perhatian Brendan? Tidak, aku harap tidak.
Aku selalu menanti setiap saat pertandingannya sejak ia
bermain di level yang lebih rendah lewat sebuah layar kaca. Jaringan yang
lamban tidak menyurutkan semangatku untuk melihatnya barang sedetik saja. Determinasi, semangat, dan keinginan untuk
selalu menampilkan yang terbaik itulah yang selalu aku ingin lihat darinya.
Apa kau masih terlelap disana? Kurasa tidak, ini sudah
sore waktu Indonesia. Sepertinya mentari sudah menggerakkanmu untuk berangkat
latihan pagi ini. Selamat berlatih.
Bersemangatlah untuk menjadi yang terbaik, Suso.
Yang selalu mendukungmu dari balik kaca,
Aku.