Not all writings show the writers' true feeling. It's only their ways to entertain the readers. Sincerely me

Sabtu, 14 Juli 2012

FC Barcelona In Brothers

Di sepakbola, sering kita temui kakak-beradik bermain dalam satu club yang sama. Sebut saja si kembar Fabio dan Rafael dari MU, Toure bersaudara di Man. City, atau Milito bersaudara selagi masih di Zaragoza. Bagaimana dengan Barcelona ? Berikut catatannya..

1) Carles dan Arseni Comamala


Mungkin kalian agak sedikit asing mendengar nama dua orang pesepakbola ini. Dan saya juga tidak begitu banyak mendapatkan data mengenai mereka berdua.

Carles Comamala (Madrid, 1887 - Barcelona, ​​1976) adalah teman dari Gamper (Founder Barcelona) dan successor penyerang Barça ketika pendiri klub pensiun pada 1903. Comamala adalah pencetak gol yang luar biasa produktif (172 gol dari 145 pertandingan). Ia berseragam Blagurana sepanjang 9 musim dari 1903-1912. Ia adalah designer lambang Barça yang kompetisinya diselenggarakan pada 1910.

Mereka berdua adalah anak dari seorang Ayah yang berdarah Canary dan Ibu dari Basque. 

2) Carlo dan César Rodríguez


Siapa yang tidak mengenal César Rodríguez ? Nama dan rekornya sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi resmi (232 gol) tercantum abadi sampai akhirnya Lionel Messi memecahkan rekor tersebut. 13 musim ia mengabdi untuk Barcelona (1942-55). El Pelucas -julukannya- terkenal dengan kemampuannya mencetak gol dari tendangan sudut. Ia sempat mencoba peruntungan sebagai pelatih Barcelona di tahun 1963, sayangnya hanya bertahan satu musim lalu ia hengkang. 

Bagaimama dengan Ricardo a.k.a Calo ? Ia adalah seorang defender yang membela Barcelona selama 5 musim dengan hanya mencatatkan 71 jumlah penampilan. Dikutip dari website Barcelona, sebenarnya ia adalah defender yang solid. Hanya tidak pernah benar-benar membuktikan dirinya di dalam tim.

3. Marià dan Josep Gonzalvo 


Mariano Gonzalvo Falcón atau yang lebih akrab di panggil Gonzalvo III (22 Maret 1922 – 7 April 2007) adalah salah satu pemain terbaik yang pernah berbaju Blaugrana. Dia didatangkan pada musim 1940/41, namun awalnya ia tidak bisa beradaptasi dg baik sehingga musim selanjutnya ia hengkang ke Real Zaragosa lalu kembali lagi ke Barcelona dan menghabiskan 8 musim di Azulgrana (1942-1955). Gonzalvo III adalah midfielder dengan kualitas dan visi yang sangat baik. Dia juga memiliki sundulan yang bagus untuk membantu tim mencetak gol. Ia bermain di 331 pertandingan Barcelona dengan 56 gol. Salah satu bentuk komitmen dan kecintaannya pada Barcelona ditunjukkan ketika ia menolak tawaran besar dari Torano. 

José Gonzalvo Falcón atau yang mempunyai panggilan Gonzalvo II adalah kakak dari Maria Gonzalvo. Kakak mereka Juli Golzalvo atau Gonzalvo I juga pemain sepakbola yang bermain untuk Espanyol. Sempat hijrah ke Barcelona di musim 1945/46 tapi karena ada sedikit masalah dg pelatih Barcelona, Josep Samitier Juli tidak pernah bermain untuk tim utama. Kembali lagi ke Gonzalvo II, ia menghabiskan 6 musim di Barcelona dg mencatatkan 5 gol dari 198 pertandingan di seluruh kompetisi. Bersama dengan Antoni Ramallets, Velasco, Josep Escolà, Joan Segarra, Estanislao Basora, César, Ladislao Kubala dan adiknya Gonzalvo III mereka membawa Barcelona memenangkan 5 titel La Liga dan Copa del Generalisimo 3 tahun berturut-turut. Wow! 

 4. Joaquim dan Llorenç Rifé


Joaquim Rifé Climent adalah salah satu Capita FC Barcelona dengan jumlah pertandingan terbanyak, 535 pertandingan. Joaquim memulai karir sebagai seorang winger, tapi di tahun 1969 akibat kegagalan di ajang Recopa melawan Cologne ia berpindah posisi sebagai midfielder hingga akhirnya melabuhkan diri menjadi seorang bek tanpa melupakan hasrat untuk menyerang. 

Salah satu hal yang terkenal darinya adalah 'Guruceta Scandal'. FYI, Guruceta Scandal adalah salah satu pertandingan kontroversial sepanjang sejarah sepakbola Spanyol. Di leg ke 2 semifinal Copa del Generalisimo musim 1969/1970 antara Barça dan Madrid. Saat itu Madrid menang 2-0 di leg 1 dan di leg 2 saat Barça sedang unggul 1-0 wasit Guruceta Muro memberikan hadiah penalti setelah Velázquez dijatuhkan Joaquim. PADAHAL, posisinya 2 meter jauh dari kotak penalti. Skandal itu sangat heboh, beberapa pemain Barça di kartu merah hingga akhirnya pertandingan di suspended oleh wasit. Itu terjadi saat era Franco, yaaa biasa.

Saudaranya Llorenç berseragam Blaugrana selama musim 1958-1962

5. Roger dan Òscar Garcia Junyent


Roger García Junyent adalah produk asli akademi Barcelona. Ia menghabiskan 8 tahun di akademi Barcelona (1986-1994). Ia mendapatkan 7 gelar selama 4 musim di timnas senior Barcelona. Lalu ia menyebrang ke club tetangga, Espanyol. Ia pensiun diumur yang lumayan muda, 30 tahun karena cedera. Dan sekarang menjadi assisten pelatih Sabadell CF.

Òscar Garcia Junyent. Namanya tentu tidak asing kan? Yap, dia adalah mantan coach Juvenil A 2010-2012. Ia menghabiskan 14 musim berseragam Blaugrana mulai dari akademi hingga tim utama. Ia juga pernah menjadi assistan coach timnas Catalonia dan sekarang menjadi pelatih di club Israel, Maccabi Tel Aviv.

6. Sergi dan Gerard López Segú


Sergio merupakan pemain bertalenta yang menjanjikan hingga dua club besar Spanyol, Barcelona dan Madrid kepincut. Untungnya, pencari bakat Barcelona Oriol Tort mampu meyakinkan keluarganya Sergio agar bergabung dengan Barcelona. Dan ia pun bergabung dengan La Masia yang nanti diikuti oleh dua adiknya Juli dan Gerard.

Gerard sempat hanya menghabiskan 1 musim di Barcelona B, ketika ia hijrah ke Valencia sebelum akhirnya dibeli kembali oleh Barcelona. Umpan-umpan dan kontrol bolanya yang ciamik mampu membawa Barcelona meraih gelar La Liga. Ya, cuma satu gelar sih :| Ia juga membela timnas Catalonia dari tahun 1998-2008. Lumayan lama loh.

7. Frank dan Ronald de Boer
 
Frank dan Ronald adalah saudara kembar. Ronald kakak, dan Frank lahir 10 menit setelah sang Kakak. Karir mereka melejit di Ajax Amsterdam. Sayang keduanya gagal di Barcelona, bahkan Frank sempat terganjal kasus doping. Frank de Boer sekarang menjadi pelatih Ajax.

8. Jonathan dan Giovani dos Santos


Jona dan Gio adalah putra dari mantan pesepak bola Brazil, Zizinho. Selain mereka berdua, kakak Jona dan Gio Éder dos Santos juga persepak bola yang bermain di club Mexico. Gio si kakak dipromosikan lebih dulu ke Barca B ketimbang Jona. Mulai musim 2006, Gio sering dipanggil untuk memperkuat tim utama Barca. Hingga musim 2008 ia memutuskan bergabung dengan Tottenham Hotspur. Nah, di Spurs karirnya mulai meredup :( 3 kali ia dipinjamkan di klub yang berbeda. 

Berbeda dengan sang Kakak, Jona menunjukkan progressnya. Beberapa kali ia dipanggil untuk memperkuat tim senior bahkan pernah mengisi posisi bek kanan yang notabenenya bukan posisi asli Jona. Sepeninggalnya Keita ke club China, bersama Sergi Roberto nama Jona santer diberitakan akan promosi ke tim senior. 

Gio dan Jona sempat dipanggil memperkuat timnas Meksiko di Piala Dunia 2010. Btw, Jona pernah kena skandal bersama delapan pemain timnas Meksiko lainnya menjelang Copa Amerika. Jona terlibat dalam skandal dengan pe­la­cur saat menjalani pe­mu­sa­tan la­ti­han di Quito, dan di­ke­luar­kan dari tim. Akibat ulahnya ini, Jona didenda €3.000, dan disanksi selama enam bulan dari sepakbola in­­ternasional.

 9. Rafa dan Thiago Alcantara


Thiago dan Rafa adalah anak dari mantan pesepak bola Brazil, Mazinho dan ibunya mantan atlet Voli. Udah sering dong denger nama Thiago? Yups, belakangan ini nama Thiago akrab di telinga Cules dan penikmat sepakbola lainnya. More about Thiago cek disini. Bagaimana dengan Rafa? Rafa atau yang akrab dipanggil Rafinha ini sekarang bermain untuk Barca B. Sempat cedera dan membuat performanya menurun di putaran kedua musim kemarin. Semoga ia bisa menunjukkan progress musim depan dan bisa bermain bersama si kakak :) 

Sedikit cerita tentang mereka berdua di timnas. Kalau Thiago yang merupakan pemain naturalisasi Spanyol lebih memilih membela timnas Spanyol ketimbang Brazil yang merupakan tanah kelahiran ayahnya. Sedangkan Rafinha ingin sekali membela timnas Brazil walaupun sempat beberapa membela timnas Spanyol. Saking inginnya, ia sampai menolak panggilan dari Spanyol U-19 yang akan menghadapi EURO U-19 hihihi..

Thanks to: FC Barcelona

Jumat, 06 Juli 2012

Success is destiny, really?

'Wajar aja sih dia lulus perguruan anu, kan dia pintar."

"Wajar aja sih dia kaya, orang tuanya kan kaya. Hartanya juga ga akan abis tujuh turunan."

"Wajar aja sih dia pintar, orang tuanya kan professor."

Dan masih banyak 'wajar aja sih' yang mungkin sering kalian dengar, ya kan? Menurut kalian, apa iya semua kesuksesan tersebut hasil dari 'wajar aja sih' alias takdir? Apa iya semuanya didapat tanpa usaha?

Aku bukan mau berkata sok tau bahkan menggurui, hanya ingin berbagi pendapat dengan kalian. Menurutku, sukses itu pilihan. Pilihan hidup. Bukankah setiap detik, setiap menit, dan setiap inchi langkah kaki kita selalu dipaksa untuk memilih? Memilih mau jadi sukses atau tidak.

Seorang yang pintar pasti memilih suksesnya menjadi orang pintar. Bingung? Bagus. Pilihan disini adalah belajar. Ya, ia memilih menjadi orang pintar dengan belajar yang rajin. Kalau ia tidak memilih tentunya ia tidak akan belajar dan PASTI tidak akan mendapatkan kepintaran tersebut. Mungkin ada yang protes bahwa ada orang-orang tertentu yang sudah ditakdirkan berotak encer atau biasanya aku menyebut 'pintar alami'. Masa iya? Otak sama halnya dengan pisau. Diasah agar tajam dan tumpul apabila tidak diasah. Dan itu pilihan anda.

Seorang yang kaya juga pasti memilih. Memilih apa ? Memilih untuk berusaha. Mungkin orang tuanya memang kaya, tetapi apabila ia tidak berusaha mempertahankan kekayaannya apa iya ia akan tetap menikmati harta tersebut? Ya, jika ia tidak memilih ia bisa saja bangkrut dan hidup susah. Benar?

Seorang yang berbakat apa akan berhasil jika ia tidak menggunakan bakat tersebut? Mustahil. Orang yang mau berusaha bisa jauh lebih sukses ketimbang mereka yang berbakat. Seperti yang aku bilang diatas, percuma jika mereka hanya mengandalkan bakat yang ada tanpa mampu mengasahnya menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar bakat. Keahlian misalnya. Dan orang-orang tidak berbakat bisa membuatnya. Dengan berlatih dan berkemauan yang keras. Dan lagi-lagi pilhan, mau menjadi seperti itu atau hanya menjadi penonton saja?

Dari ketiga contoh diatas jelas sukses didapat dari usaha. Usaha didapat dari dua pilihan. Apakah mau melakukan usaha tersebut atau tidak. Memilih untuk bangkit lagi setelah terjatuh atau tidak. Memilih untuk mempunyai bakat yang berbeda dengan orang lain atau tidak. Tuhan Maha Adil, teman. Dia tidak akan memberikan keberhasilan tanpa sebuah usaha, sebuah pilihan :)

"Success is not destiny, it's a choice."

Kamis, 17 Mei 2012

Kenny Dalglish: Long Live The King

"Time goes by, life goes on, and all I can think of is why you're gone."

Hari ini aku berduka lagi. Patah hati untuk kedua kalinya di waktu yang tidak berjauhan. Tapi dengan kasus yang ... berbeda. 

16 Mei 2012. King Kenny, salah satu legenda yang kukagumi di PECAT oleh klub yang sangat ia cintai. Well, it hurts me so much, Aku cuma ngerasa kalau legenda seperti dia tidak berhak mendapatkan  perlakuan seperti itu. Satu trophy Carling Cup yang ia persembahkan mengakhiri paceklik 6 tahun tanpa trophy bagi Liverpool FC. Disamping ya aku tau, performa Liverpool yang begitu buruk di EPL, belum lagi keangkeran Anfield yang sedikit memudar karena diruntut kekalahan. Tapi percayalah, itu bukan kesalahan dia semata. 

Ada banyak faktor dibalik 'buruk'nya performa Liverpool. Kenapa aku mengutip kata buruk disana ? Karena Liverpool tidak sepenuhnya buruk. Dua kali masuk final dan salah satunya menjadi juara melebihi pencapaian dari club rival yang banyak dipuja banyak orang -Man ***-. Cuci gudang bukan jalan yang tepat untuk mengangkat performa Liverpool karena itu berarti pemain harus menyesuaikan diri dengan orang-orang baru di tubuh Liverpool.  Belum lagi dana yang harus dikeluarkan dalam jumlah yang tidak kecil. Tapi sudahlah, mungkin manajemen disana lebih tau tentang club.

Berikut interview terakhir bersama King Kenny

"It has been an honour and a privilege to have had the chance to come back to Liverpool Football Club as Manager."

"I greatly appreciate the work that Steve, Kevin, the players and all of the staff put in during my time and feel proud that we delivered the Club's first trophy in six years winning the Carling Cup and came close to a second trophy in the FA Cup Final. Of course I am disappointed with results in the league, but I would not have swapped the Carling Cup win for anything as I know how much it meant to our fans and the Club to be back winning trophies."

"Whilst I am obviously disappointed to be leaving the football club, I can say that the matter has been handled by the owners and all concerned in an honourable, respectful and dignified way and reflects on the quality of the people involved and their continued desire to move the football club forward in the same way as when they arrived here.

"I would like to thank all of the staff at the Club for their effort and loyalty. I said when first approached about coming back as Manager that I would always be of help if I can at any time and that offer remains the same.
"

"Finally, I want to put on record my heartfelt gratitude to Liverpool's fans, who have always given me and the Club their unwavering support. Without them neither the Club nor I would have achieved anything."

Getting speechless and my tears can't stop falling :")


Thanks for everything, King Hero Legend. Dedication, contribution and love for our beloved club. Semoga sukses untuk karirmu selanjutnya. You will always live in our heart. Long live the king !



TRULY A LEGEND

"When we stand together as a family, we can achieve great things" -King Kenny

Selasa, 01 Mei 2012

Pep Guardiola: Sebuah Nama Dibalik Cerita

Siapa yang tidak mengenal pelatih modis yang satu ini ? Pelatih dibalik segudang prestasi FC Barcelona di 4 musim belakangan. Namanya terukir abadi dengan tinta emas tidak hanya pada sejarah club. Tapi juga dunia. Dengan 13 trophy -belum ditambah apabila memenangkan CDR- selama 4 musim, namanya masuk dalam deretan pelatih kelas atas dengan segudang rekor dan penghargaan. Tidak hanya itu, ia juga mempersentasikan sepakbola cantik dari kaki ke kaki atau yang biasa disebut tiki taka lewat permainan ciamik FC Barcelona. Satu hal yang mungkin agak jarang karena terkadang tim lebih mementingkan score yang dicapai daripada bagaimana membuat penikmat sepakbola tertarik menonton pertandingan. Ya, walaupun membuat gol merupakan tujuan utama permainan sepakbola, tapi bukankan kita juga membutuhkan tontonan yang tidak menjemukan mata ?

Akhir-akhir ini namanya lebih sering terdengar di media, baik cetak maupun elektronik. Bukan karena penghargaan tetapi karena keputusan mengejutkan dari entrenador satu ini untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Barça. Keputusan yang aneh memang atas pencapaian fantastis yang ia dapat di 4 musim terakhir. Tapi tekanan dan penat membuatnya membutuhkan waktu untuk rehat sejenak dari persepakbolaan.


"Being Barcelona coach for four years is an eternity." 


"I don't have any energy left, I need to recharge."


Pep Guardiola mengambil alih Barça pada musim 2008 setelah berhasil membawa Barça B kembali ke divisi dua. Bersama Barcelona, pelatih bernama lengkap Josep Guardiola i Sala ini mencatatkan 72,31%  rasio kemenangan dengan rincian 176 kemenangan, 46 seri, dan 21 kekalahan. Dengan jumlah lesakkan 625 gol atau rata-rata 2,55 gol per pertandingan. 13 gelar direngkuh dari 16 kemungkinan maksimal gelar yang bisa dicapai menjadikan FC Barcelona tim terbesar sepanjang masa. 


Bersama Guardiola juga pemain-pemain hebat bermunculan membuka mata dunia. Siapa yang mengenal seorang Gerard Pique sebelum Pep membawanya kembali ke Barça? Begitu juga duo pemain muda, Pedro dan Busquets yang ia promosikan ke tim utama. Atau Messi yang berkembang pesat dibawah asuhan Pep. Messi yang bersama Rijkaard ‘hanya’ mampu melesatkan gol dengan rasio 0,39 % tapi jauh meningkat setelah Pep merubah posisinya sebagai penyerang utama di Barça. Ia mampu melesatkan lebih dari satu gol di tiap pertandingan. Xavi yang makin matang sentuhan magicnya di jantung permainan Barça. Dan Mascherano defensive midfielder yang dipoles Pep menjadi bek dadakan yang patut disegani. Komposisi pemain muda dan senior tercampur sempurna dengan tiki-taka sebagai pelengkapnya. Puncaknya 7 pemain Barcelona mengisi posisi starting line up timnas Spanyol di Final World Cup 2010 (Piqué, Puyol, Iniesta, Xavi, Busquets, Villa, dan Pedro) 


Bukan hanya trophy dan kejayaan yang ia persembahkan untuk Barça. Tapi juga keindahan sepakbola dengan tidak menanggalkan filosofi menyerang dari kaki ke kaki. Lalu pemain-pemain baru tumpuan timnas Spanyol, ya walaupun harus diakui akademi La Masia sudah menghasilkan bibit-bibit yang berbakat, tapi hal itu tidak akan berguna tanpa kepercayaan dari pelatih untuk memasukkan nama mereka ke dalam starting line up. 

Berikut saya persembahkan beberapa foto tentang pelatih yang satu ini..

Dokumen yang diajukan klub ketika Guardiola bergabung dg akademi pada 1984.

Lihat Ballboy muda di sebelah kiri anda? Yaps, Pep Guardiola
Pep 4 Guardiola dan legenda Barça Johan Cruyff
 
Dream Team 1992 yang memenangkan Piala Liga Champions pertama
 Glory doesnt always come..

Ketika Barça dikalahkan oleh Milan di Athena
 As a coach..



Apa yang saya suka dari seorang Pep adalah bagaimana attitute yang ia tunjukkan kepada dunia. Diam tanpa harus menebar banyak sensasi atau masalah. Ia cukup membungkam kritikan dengan apa yang berhasil ia raih selama ini. Bisa dibilang ia pelatih bertangan dingin yang berhati lembut. Apapun itu, saya menyukai bagaimana ia bisa dicintai oleh orang-orang yang bukan bagian dari Barcelona -staff, pemain, fans-.

Terimakasih untuk empat tahun penuh suka cita dan kejayaan..

Terimakasih untuk empat tahun yang tak terlupakan..

It's a honour for me to see four glorious years..



Thanks to : http://bit.ly/JyLZQE (for incredible photos)
                   http://bit.ly/KgCPpR (for data and statisctis)

Senin, 02 April 2012

My Dearest, Liverpool dan Liverpudlian..

Bisa dibilang musim 2011/2012 adalah salah satu musim terburuk selama aku menjadi bagian dari Liverpudlian. Bagaimana tidak, tim kesayanganku ini terus-terusan meraih hasil yang tidak begitu memuaskan, dilanda kasus rasisme, sampai cedera yang menghampiri beberapa pilar-pilar penting. Dan ke-frustasi-an ku akhirnya mencapai puncak setelah semalam Liverpool menambah catatan kekalahan 3 kali beruntun. Ditekuk 2-0 oleh Newcastle United. Lini belakang yang buruk, lini tengah yang tidak sepenuhnya menopang pemain-pemain depan, kartu merah sang Kiper, dan tetap kebuntuan dari deretan depan.

Dan sudah bisa ditebak, setelah peluit akhir pertandingan terdengar, supporter-supporter tim lain mulai berkicau ria di beberapa akun jejaring sosial. Kontras sekali dengan kicauan pahit dari teman-teman Liverpudlian. Seakan terbiasa atas 'kekalahan', mereka lebih banyak menyebarkan kata-kata bijak berlapang dada. Ketimbang harus melihat kata-kata kasar seperti pertandingan sebelumnya, aku lebih suka melihat yang kali ini.

Tapi tetap saja banyak yang masih memprotes hasil negatif tersebut. Sebut saja mereka menuntut mundurnya King Kenny, menyalahkan beberapa pemain atau malah menyatakan untuk berhenti menonton Liverpool 'sementara' waktu hingga hasil positif didapat. Well, you're not frustrated alone. Me too, remember that.

Ada rasa kecewa menyelubungi perasaanku, tapi thank God ada lebih banyak Liverpudlian berjiwa besar yang berkeliaran di luar sana. Dan salah satu quotes yang mereka cantumkan adalah
"At the end of the storm; There's a golden sky; And the sweet silver song of the lark"
Kata-kata yang dikutip dari lagu kebesaran Liverpool "You'll never walk alone" seakan menjawab semua keluh kesah Liverpudlian. Klasik memang. Berusaha mencoba menghibur diri ditengah derasnya kritikan tajam dari pihak-pihak luar. Tapi apa yang haru kita lakukan selain tetap berdiri dibelakang skuad The Reds dan mendukung mereka?

"Victory wouldn't taste so sweet if defeat didn't hurt this bad..."
Alex Ferguson saja yang didatangkan ke United pada 1986 membutuhkan waktu hingga musim 1990/91 untuk mendapatkan trophy pertamanya bersama United, Winners' Cup. Kita mendapatkan satu piala Carling Cup musim ini, walaupun orang-orang mencibir sebagai piala mickey mouse atau apalah setidaknya satu award resmi di tangan.

Sekali lagi, aku cukup kecewa dengan statement Liverpudlian yang seolah-olah sangat frustasi seorang diri. Jadi, bisakah kita tetap bersabar menunggu dan mendukung mereka? Where's a big Liverpudlians that i always see? :) YNWA

Rabu, 14 Maret 2012

It's All About Trusting

"Trust is like a chocolate that once it melts, you can never put it back to its original shape." - Notebook
"Trust is like a paper, once crumpled won’t be perfect again."
Pagi ini terasa amat melelahkan. Bahkan bau setangkup roti bakar pun tak sanggup membuat tubuhku bergeming. Aku merasa agak lelah setelah semalaman berseteru dengan pikiranku sendiri. Mungkin menulis bisa membuatku merasa lebih baik. Ya, mungkin?

Laptop telah berpindah ke atas pangkuan, tapi pikiranku masih saja buntu. Bukan karena aku tak menemukan banyak ide. Terlalu banyak. Hingga aku tak tahu bagaimana cara memasukannya. Kau tau sendiri kan bagaimana rasanya menulis diantara ratusan masalah yang ingin dituangkan?

Lalu, apa kau tahu keisengan yang selalu kulakukan kala aku tidak mendapatkan kata untuk memulai kalimat? Membuka timelinemu. Mengapa? Entah aku juga tidak mengerti. Aku selalu mendapat ide dari setiap kata polos dan jujur yang selalu kau tuangkan di twittermu.

Tapi aku menemukan tweet itu lagi di twittermu. Tweet yang sedari malam tadi membuatku resah. Haruskah aku berhenti mempercayaimu? Janjimu? Ucapanmu? Sedikit aneh memang -ya, kau tau mengapa-, tapi ketahuilah aku mempercayai setiap kata yang pernah kau ucapkan kepadaku dulu. Sampai detik ini.

Senin, 13 Februari 2012

Hujan..

     Hujan selalu berhasil membawaku kembali pada kenangan yang telah ku kunci dalam satu peti kecil harta kenangan. Dan malam ini pun hujan sangat sukses membuat film-film pendek tersebut berloncat tak karuan dalam ingatanku. Berkemul dengan selimut tebal yang menenggelamkan tubuh. Ditemani alunan lagu “When You’re Gone,” semuanya terasa hampir sempurna. Ya, mengenang semua memori yang telah berlalu membuatku bibirku mengukir satu senyuman kecil.
     Semuanya berjalan menyenangkan sampai akhirnya playlist membawaku pada lagu yang menyentak hebat alam memori. Lagu itu mengalun dengan merdunya dan membuat suasana menjadi sangat sempurna. Sangat sempurna untuk mengenangmu. Mengenang seseorang di balik lagu tersebut.
     Semuanya tetap sama. Tetap hujan, tetap dingin, dan tetap tanpa kamu.
Tanpa harus mengeluarkan sepatah kata, sepertinya hujan tau betapa aku merindukanmu, betapa aku kehilanganmu. Hujan memelukku dengan erat, membawaku terlelap dengan lagu yang tetap sama yang terus mengalun berulang-ulang sampai akhirnya sang Mentari membelaiku lembut. Dan saat itu juga aku selalu berharap mendapatkan sebuah pesan singkat ‘selamat pagi’ darimu. Lagi.

Kamis, 09 Februari 2012

Face or Brain ?

Dalam rangka iseng yang teramat sangat dan kejenuhan yang udah membubung tinggi, sore tadi aku membuka akun facebook yang udah terbengkalai lebih dari seminggu. And i found an interesting question.

"Pilih cewek pintar atau cantik?"
Berhubung aku cewek dan kekepoan yang udah mendarah daging, aku putuskan buat mengklik post tersebut dan membaca rentetan komen lelaki-lelaki disana. And again, i found an interesting answer.

"Berhubung gue cowok yang ngeliat cewek dari penampilan fisiknya, jadi gue lebih milih cewek cantik asal bener. Gue gapapa dapet cewek cantik agak bodoh tapi bener."

Agak lucu. Gumamku.

And i post here to tell you my opinion about that QUESTION. Bukan jawaban lelaki tadi.

For me, 'pria' pintar jauh lebih menarik ketimbang rupawan tapi dongdong. Tapi disini, saya mau menekankan bahwa kepintaran seseorang TIDAK bisa diukur dari seberapa besar IPK atau nilai di sekolah. Pintar ada jenisnya toh ? Bisa dari musik, olahraga ilmu umum, dsb. Mereka punya karisma tersendiri didalamnya.

Dan saya tidak bisa membayangkan kalau saya jadian sama pria macho, atletis, keren, manis dsb tapi telmi dan ga pernah nyambung kalo diajak ngobrol ? Oh noo..

So, what will you choose ? Face or brain ? Up to you :D Every person has their own right, right ? Jejeje

Jumat, 27 Januari 2012

Kilas Potret Pendidikan Bangsaku

Potret Pendidikan Bangsaku
Secuil kisah memilukan di salah satu program tv menggerakkan tangan ini untuk menulis satu tulisan kecil. Keluh kesah seorang anak Indonesia tentang pendidikan di negaranya.

“Ga ada biaya,” tutur seorang gadis desa dengan polosnya.

Ekonomi, memang selalu menjadi alasan utama seorang anak putus sekolah. Lalu, itu salah mereka ? Mereka mau, mereka ingin. Tapi apa daya, tidak ada kesempatan. Kalaupun ada itu pasti satu hal yang amat sangat langka.

Satu kalimat tersebut sanggup mengiris perasaan. Pilu mendengarnya. Ditengah derasnya program ‘Dana BOS’ atau ‘Sekolah Gratis’ ternyata masih ada anak bangsa yang putus sekolah atau bahkan tidak bisa mencicipi bangku sekolah. Apa penyebarannya hanya di kota-kota besar saja ?

Saudara-saudaraku, sebegitu terbatasnya kah pendidikan di Indonesia ? Atau hanya milik mereka yang “beruang” saja ? Apa anak-anak pedalaman tidak boleh mempunyai mimpi ? Tidak terengguhkah perasaan kalian untuk memberikan mereka jalan mengubah kehidupan ?

Indonesia memiliki potensi alam yang sangat melimpah. Siapa yang akan mengolahnya pabila terbatasnya anak bangsa yang berilmu. Atau kita akan berpuas diri, duduk manis dan menonton negara asing mengeruknya dengan anak bangsa sebagai BURUH KASAR yang cuma menerima 1% dari kekayaan negerinya ? Ironis memang.

Dan satu lagi mutu pendidikan. Agak sedikit heran kenapa mutu pendidikan di pedalaman dan kota besar seperti Jakarta, Bandung atau Jogja berbeda 180 derajat. Bukan hal yang aneh kalau kita mendengar siswa dari sekolah ternama mendapatkan nilai UN tertinggi di Indonesia, dan bukan satu hal yang aneh pula apabila kita mendengar banyak siswa yang tidak lulus dari kabupaten tertentu.

Apa yang membedakan ? Infrastruktur yang sangat terlihat jelas pastinya.  Bagaimana siswa bisa nyaman belajar dengan kondisi sekolah yang bagaikan gubuk reyot tak terawat ? Atau dengan banjir semata kaki ? Belum lagi banyaknya nyamuk yang menghisap darah mereka. Lalu tenaga pengajar yang minim jumlahnya. Kualitas ? Bagaimana kualitasnya ? No comment. Anda bisa menilai sendiri. Bandingkan dengan sekolah kota besar yang berlantai dua atau tiga dengan lantai keramik. BerAC, bahkan lapangan yang luas. Tenaga kerja ? Tidak usah diragukan lagi, kebanyakan sudah strata 1 ke atas. Mengikuti program pertukaran guru ke luar negeri dan sebagainya.

Apakah ada yang bisa menjelaskan pada saya tentang ketimpangan ini ?

Dibalik itu semua, saya tetap bangga kepada mereka yang telah membawa harum pendidikan Indonesia di luar negeri. ‘Terimakasih’

Saya tidak bermaksud memojokkan satu pihak, hanya berkeinginan menulis ‘sebongkah’ keluh kesah gadis ababil. Terimakasih

Selasa, 03 Januari 2012

5 Pencetak Gol Barcelona dalam Angka

1. Pencetak Gol ke 1000 
Marcos Aurelio Di Paulo atau yang lebih dikenal dengan Marco Aurelio (27 September 1920) merupakan pencetak gol ke 1000 Barça di La Liga. Ia mencetaknya pada 22 oktober 1950 di pertandingan Barça 6 -1 Lleida. Dengan hanya 30 detik, pria berkebangsaan Argentina ini memalangi umpan dari Segura, mengalahkan seorang defender dan melewati kiper tuan rumah. Ia berseragam blaugrana tahun 1948-1951. Marco dikenal sebagai pemain yang tak kenal lelah dengan 30 gol dalam 70 pertandingan.


2. Pencetak Gol ke 2000
Gol ke 2000 Barça di La Liga dicetak oleh Pedro Zaballa (29 July 1938 – 4 June 1997) pada 12 Januari 1964 di pertandingan Barça 4-0 Valencia. Pada menit ke 54, kiper Valencia membuat sebuah clearance yang sangat buruk hingga 'strike' untuk tuan rumah. Barça mendatangkannya dari Racing Santander di tahun 1961. Ia mencetak 58 gol dari 229 pertandingannya selama 6 tahun di Barcelona. 


3. Pencetak Gol ke 3000
Peraih 7 trophy El Pichichi, Enrique Castro González atau Quini (23 September 1949) adalah pencetak gol ke 3000 Barcelona di La Liga. Gol tersebut dicetak pada 24 januari 1982 di pertandingan melawan Castellón (Camp Nou) yang berkesudahan 4-3. Pada menit ke 59 ia berhasil mencetak gol lewat sodoran manis dari Landaburu. Quini adalah seorang predator sesungguhnya di area penalty. Selama berbalut biru-merah ia 2 kali menjadi topscore (1980 dan 1984)


4. Pencetak Gol ke 4000
Gol ke 4000 dicetak dari salah satu produk akademi La Masia, Guillermo Amor Martínez (4 December 1967) yang sekarang merupakan direktur teknis pelatihan sepak bola La Masia. 9 Maret 1996, Amor merupakan pencetak gol satu-satunya di kekalahan 4-1 melawan Valencia. Di menit 69 ia mengubah score menjadi 3-1 setelah menuntaskan umpan silang yang indah dari Roger García. Salah satu pemain dengan penampilan terbanyak yaitu 550 pertandingan.


5. Pencetak Gol ke 5000
Pencetak gol ke 5000 Barcelona adalah Lionel Messi (24 June 1987). Salah satu produk 'tersukses' akademi La Masia. Leo menjadi supersub setelah masuk menggantikan Sergio Busquets pada 2 Februari 2009 melawan Racing Santander. Leo mencetak gol setelah bola sundulan Xavi membentur mistar gawang, dengan kontrol dada dan hup tendangan kaki kanannya sukses menyamakan score menjadi 1-1. Pertandingan itu sendiri akhirnya berkesudahan dengan score 2-1 dan lagi-lagi gol ke dua dicetak oleh si mungil Lionel Messi. 



Thanks to : fcbarcelona.cat
                  wikipedia.org
Writer      : Nabilla Putri Ganu

Correct Me If I'm Wrong

Senin, 02 Januari 2012

Sorry

Maaf
Satu untaian kata tulus dari relung hati terdalam

Maaf
Untuk perasaan yang tersakiti oleh kata
Untuk hati yang teriris oleh tindakan

Maaf
Kepada mereka yang tersayang
Kepada mereka yang terkasih

Maaf
Satu kata yang diharapkan mampu mengubah luka menjadi suka
Mampu menyembuhkan kepedihan di hati

For those who has been hurted by me.
Remember this, i never ever on purpose to hurt you.
I'm sorry

Sincerely,

me

Minggu, 01 Januari 2012

Steven Gerrard Edition

Two quotes of Steven Gerrard

"Me and Liverpool Football Club are a love affair that will never, ever end."

"Cut my veins open and i bleed Liverpool red. I love Liverpool with a burning passion."

and his goal against Newcastle United xoxoxo.



Steven Gerrard is our captain,
Steven Gerrard is a red,
Steven Gerrard plays for liverpool
a scouser born and bred