Not all writings show the writers' true feeling. It's only their ways to entertain the readers. Sincerely me

Kamis, 17 Mei 2012

Kenny Dalglish: Long Live The King

"Time goes by, life goes on, and all I can think of is why you're gone."

Hari ini aku berduka lagi. Patah hati untuk kedua kalinya di waktu yang tidak berjauhan. Tapi dengan kasus yang ... berbeda. 

16 Mei 2012. King Kenny, salah satu legenda yang kukagumi di PECAT oleh klub yang sangat ia cintai. Well, it hurts me so much, Aku cuma ngerasa kalau legenda seperti dia tidak berhak mendapatkan  perlakuan seperti itu. Satu trophy Carling Cup yang ia persembahkan mengakhiri paceklik 6 tahun tanpa trophy bagi Liverpool FC. Disamping ya aku tau, performa Liverpool yang begitu buruk di EPL, belum lagi keangkeran Anfield yang sedikit memudar karena diruntut kekalahan. Tapi percayalah, itu bukan kesalahan dia semata. 

Ada banyak faktor dibalik 'buruk'nya performa Liverpool. Kenapa aku mengutip kata buruk disana ? Karena Liverpool tidak sepenuhnya buruk. Dua kali masuk final dan salah satunya menjadi juara melebihi pencapaian dari club rival yang banyak dipuja banyak orang -Man ***-. Cuci gudang bukan jalan yang tepat untuk mengangkat performa Liverpool karena itu berarti pemain harus menyesuaikan diri dengan orang-orang baru di tubuh Liverpool.  Belum lagi dana yang harus dikeluarkan dalam jumlah yang tidak kecil. Tapi sudahlah, mungkin manajemen disana lebih tau tentang club.

Berikut interview terakhir bersama King Kenny

"It has been an honour and a privilege to have had the chance to come back to Liverpool Football Club as Manager."

"I greatly appreciate the work that Steve, Kevin, the players and all of the staff put in during my time and feel proud that we delivered the Club's first trophy in six years winning the Carling Cup and came close to a second trophy in the FA Cup Final. Of course I am disappointed with results in the league, but I would not have swapped the Carling Cup win for anything as I know how much it meant to our fans and the Club to be back winning trophies."

"Whilst I am obviously disappointed to be leaving the football club, I can say that the matter has been handled by the owners and all concerned in an honourable, respectful and dignified way and reflects on the quality of the people involved and their continued desire to move the football club forward in the same way as when they arrived here.

"I would like to thank all of the staff at the Club for their effort and loyalty. I said when first approached about coming back as Manager that I would always be of help if I can at any time and that offer remains the same.
"

"Finally, I want to put on record my heartfelt gratitude to Liverpool's fans, who have always given me and the Club their unwavering support. Without them neither the Club nor I would have achieved anything."

Getting speechless and my tears can't stop falling :")


Thanks for everything, King Hero Legend. Dedication, contribution and love for our beloved club. Semoga sukses untuk karirmu selanjutnya. You will always live in our heart. Long live the king !



TRULY A LEGEND

"When we stand together as a family, we can achieve great things" -King Kenny

Selasa, 01 Mei 2012

Pep Guardiola: Sebuah Nama Dibalik Cerita

Siapa yang tidak mengenal pelatih modis yang satu ini ? Pelatih dibalik segudang prestasi FC Barcelona di 4 musim belakangan. Namanya terukir abadi dengan tinta emas tidak hanya pada sejarah club. Tapi juga dunia. Dengan 13 trophy -belum ditambah apabila memenangkan CDR- selama 4 musim, namanya masuk dalam deretan pelatih kelas atas dengan segudang rekor dan penghargaan. Tidak hanya itu, ia juga mempersentasikan sepakbola cantik dari kaki ke kaki atau yang biasa disebut tiki taka lewat permainan ciamik FC Barcelona. Satu hal yang mungkin agak jarang karena terkadang tim lebih mementingkan score yang dicapai daripada bagaimana membuat penikmat sepakbola tertarik menonton pertandingan. Ya, walaupun membuat gol merupakan tujuan utama permainan sepakbola, tapi bukankan kita juga membutuhkan tontonan yang tidak menjemukan mata ?

Akhir-akhir ini namanya lebih sering terdengar di media, baik cetak maupun elektronik. Bukan karena penghargaan tetapi karena keputusan mengejutkan dari entrenador satu ini untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Barça. Keputusan yang aneh memang atas pencapaian fantastis yang ia dapat di 4 musim terakhir. Tapi tekanan dan penat membuatnya membutuhkan waktu untuk rehat sejenak dari persepakbolaan.


"Being Barcelona coach for four years is an eternity." 


"I don't have any energy left, I need to recharge."


Pep Guardiola mengambil alih Barça pada musim 2008 setelah berhasil membawa Barça B kembali ke divisi dua. Bersama Barcelona, pelatih bernama lengkap Josep Guardiola i Sala ini mencatatkan 72,31%  rasio kemenangan dengan rincian 176 kemenangan, 46 seri, dan 21 kekalahan. Dengan jumlah lesakkan 625 gol atau rata-rata 2,55 gol per pertandingan. 13 gelar direngkuh dari 16 kemungkinan maksimal gelar yang bisa dicapai menjadikan FC Barcelona tim terbesar sepanjang masa. 


Bersama Guardiola juga pemain-pemain hebat bermunculan membuka mata dunia. Siapa yang mengenal seorang Gerard Pique sebelum Pep membawanya kembali ke Barça? Begitu juga duo pemain muda, Pedro dan Busquets yang ia promosikan ke tim utama. Atau Messi yang berkembang pesat dibawah asuhan Pep. Messi yang bersama Rijkaard ‘hanya’ mampu melesatkan gol dengan rasio 0,39 % tapi jauh meningkat setelah Pep merubah posisinya sebagai penyerang utama di Barça. Ia mampu melesatkan lebih dari satu gol di tiap pertandingan. Xavi yang makin matang sentuhan magicnya di jantung permainan Barça. Dan Mascherano defensive midfielder yang dipoles Pep menjadi bek dadakan yang patut disegani. Komposisi pemain muda dan senior tercampur sempurna dengan tiki-taka sebagai pelengkapnya. Puncaknya 7 pemain Barcelona mengisi posisi starting line up timnas Spanyol di Final World Cup 2010 (Piqué, Puyol, Iniesta, Xavi, Busquets, Villa, dan Pedro) 


Bukan hanya trophy dan kejayaan yang ia persembahkan untuk Barça. Tapi juga keindahan sepakbola dengan tidak menanggalkan filosofi menyerang dari kaki ke kaki. Lalu pemain-pemain baru tumpuan timnas Spanyol, ya walaupun harus diakui akademi La Masia sudah menghasilkan bibit-bibit yang berbakat, tapi hal itu tidak akan berguna tanpa kepercayaan dari pelatih untuk memasukkan nama mereka ke dalam starting line up. 

Berikut saya persembahkan beberapa foto tentang pelatih yang satu ini..

Dokumen yang diajukan klub ketika Guardiola bergabung dg akademi pada 1984.

Lihat Ballboy muda di sebelah kiri anda? Yaps, Pep Guardiola
Pep 4 Guardiola dan legenda Barça Johan Cruyff
 
Dream Team 1992 yang memenangkan Piala Liga Champions pertama
 Glory doesnt always come..

Ketika Barça dikalahkan oleh Milan di Athena
 As a coach..



Apa yang saya suka dari seorang Pep adalah bagaimana attitute yang ia tunjukkan kepada dunia. Diam tanpa harus menebar banyak sensasi atau masalah. Ia cukup membungkam kritikan dengan apa yang berhasil ia raih selama ini. Bisa dibilang ia pelatih bertangan dingin yang berhati lembut. Apapun itu, saya menyukai bagaimana ia bisa dicintai oleh orang-orang yang bukan bagian dari Barcelona -staff, pemain, fans-.

Terimakasih untuk empat tahun penuh suka cita dan kejayaan..

Terimakasih untuk empat tahun yang tak terlupakan..

It's a honour for me to see four glorious years..



Thanks to : http://bit.ly/JyLZQE (for incredible photos)
                   http://bit.ly/KgCPpR (for data and statisctis)