Not all writings show the writers' true feeling. It's only their ways to entertain the readers. Sincerely me

Sabtu, 14 Juli 2012

FC Barcelona In Brothers

Di sepakbola, sering kita temui kakak-beradik bermain dalam satu club yang sama. Sebut saja si kembar Fabio dan Rafael dari MU, Toure bersaudara di Man. City, atau Milito bersaudara selagi masih di Zaragoza. Bagaimana dengan Barcelona ? Berikut catatannya..

1) Carles dan Arseni Comamala


Mungkin kalian agak sedikit asing mendengar nama dua orang pesepakbola ini. Dan saya juga tidak begitu banyak mendapatkan data mengenai mereka berdua.

Carles Comamala (Madrid, 1887 - Barcelona, ​​1976) adalah teman dari Gamper (Founder Barcelona) dan successor penyerang Barça ketika pendiri klub pensiun pada 1903. Comamala adalah pencetak gol yang luar biasa produktif (172 gol dari 145 pertandingan). Ia berseragam Blagurana sepanjang 9 musim dari 1903-1912. Ia adalah designer lambang Barça yang kompetisinya diselenggarakan pada 1910.

Mereka berdua adalah anak dari seorang Ayah yang berdarah Canary dan Ibu dari Basque. 

2) Carlo dan César Rodríguez


Siapa yang tidak mengenal César Rodríguez ? Nama dan rekornya sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi resmi (232 gol) tercantum abadi sampai akhirnya Lionel Messi memecahkan rekor tersebut. 13 musim ia mengabdi untuk Barcelona (1942-55). El Pelucas -julukannya- terkenal dengan kemampuannya mencetak gol dari tendangan sudut. Ia sempat mencoba peruntungan sebagai pelatih Barcelona di tahun 1963, sayangnya hanya bertahan satu musim lalu ia hengkang. 

Bagaimama dengan Ricardo a.k.a Calo ? Ia adalah seorang defender yang membela Barcelona selama 5 musim dengan hanya mencatatkan 71 jumlah penampilan. Dikutip dari website Barcelona, sebenarnya ia adalah defender yang solid. Hanya tidak pernah benar-benar membuktikan dirinya di dalam tim.

3. Marià dan Josep Gonzalvo 


Mariano Gonzalvo Falcón atau yang lebih akrab di panggil Gonzalvo III (22 Maret 1922 – 7 April 2007) adalah salah satu pemain terbaik yang pernah berbaju Blaugrana. Dia didatangkan pada musim 1940/41, namun awalnya ia tidak bisa beradaptasi dg baik sehingga musim selanjutnya ia hengkang ke Real Zaragosa lalu kembali lagi ke Barcelona dan menghabiskan 8 musim di Azulgrana (1942-1955). Gonzalvo III adalah midfielder dengan kualitas dan visi yang sangat baik. Dia juga memiliki sundulan yang bagus untuk membantu tim mencetak gol. Ia bermain di 331 pertandingan Barcelona dengan 56 gol. Salah satu bentuk komitmen dan kecintaannya pada Barcelona ditunjukkan ketika ia menolak tawaran besar dari Torano. 

José Gonzalvo Falcón atau yang mempunyai panggilan Gonzalvo II adalah kakak dari Maria Gonzalvo. Kakak mereka Juli Golzalvo atau Gonzalvo I juga pemain sepakbola yang bermain untuk Espanyol. Sempat hijrah ke Barcelona di musim 1945/46 tapi karena ada sedikit masalah dg pelatih Barcelona, Josep Samitier Juli tidak pernah bermain untuk tim utama. Kembali lagi ke Gonzalvo II, ia menghabiskan 6 musim di Barcelona dg mencatatkan 5 gol dari 198 pertandingan di seluruh kompetisi. Bersama dengan Antoni Ramallets, Velasco, Josep Escolà, Joan Segarra, Estanislao Basora, César, Ladislao Kubala dan adiknya Gonzalvo III mereka membawa Barcelona memenangkan 5 titel La Liga dan Copa del Generalisimo 3 tahun berturut-turut. Wow! 

 4. Joaquim dan Llorenç Rifé


Joaquim Rifé Climent adalah salah satu Capita FC Barcelona dengan jumlah pertandingan terbanyak, 535 pertandingan. Joaquim memulai karir sebagai seorang winger, tapi di tahun 1969 akibat kegagalan di ajang Recopa melawan Cologne ia berpindah posisi sebagai midfielder hingga akhirnya melabuhkan diri menjadi seorang bek tanpa melupakan hasrat untuk menyerang. 

Salah satu hal yang terkenal darinya adalah 'Guruceta Scandal'. FYI, Guruceta Scandal adalah salah satu pertandingan kontroversial sepanjang sejarah sepakbola Spanyol. Di leg ke 2 semifinal Copa del Generalisimo musim 1969/1970 antara Barça dan Madrid. Saat itu Madrid menang 2-0 di leg 1 dan di leg 2 saat Barça sedang unggul 1-0 wasit Guruceta Muro memberikan hadiah penalti setelah Velázquez dijatuhkan Joaquim. PADAHAL, posisinya 2 meter jauh dari kotak penalti. Skandal itu sangat heboh, beberapa pemain Barça di kartu merah hingga akhirnya pertandingan di suspended oleh wasit. Itu terjadi saat era Franco, yaaa biasa.

Saudaranya Llorenç berseragam Blaugrana selama musim 1958-1962

5. Roger dan Òscar Garcia Junyent


Roger García Junyent adalah produk asli akademi Barcelona. Ia menghabiskan 8 tahun di akademi Barcelona (1986-1994). Ia mendapatkan 7 gelar selama 4 musim di timnas senior Barcelona. Lalu ia menyebrang ke club tetangga, Espanyol. Ia pensiun diumur yang lumayan muda, 30 tahun karena cedera. Dan sekarang menjadi assisten pelatih Sabadell CF.

Òscar Garcia Junyent. Namanya tentu tidak asing kan? Yap, dia adalah mantan coach Juvenil A 2010-2012. Ia menghabiskan 14 musim berseragam Blaugrana mulai dari akademi hingga tim utama. Ia juga pernah menjadi assistan coach timnas Catalonia dan sekarang menjadi pelatih di club Israel, Maccabi Tel Aviv.

6. Sergi dan Gerard López Segú


Sergio merupakan pemain bertalenta yang menjanjikan hingga dua club besar Spanyol, Barcelona dan Madrid kepincut. Untungnya, pencari bakat Barcelona Oriol Tort mampu meyakinkan keluarganya Sergio agar bergabung dengan Barcelona. Dan ia pun bergabung dengan La Masia yang nanti diikuti oleh dua adiknya Juli dan Gerard.

Gerard sempat hanya menghabiskan 1 musim di Barcelona B, ketika ia hijrah ke Valencia sebelum akhirnya dibeli kembali oleh Barcelona. Umpan-umpan dan kontrol bolanya yang ciamik mampu membawa Barcelona meraih gelar La Liga. Ya, cuma satu gelar sih :| Ia juga membela timnas Catalonia dari tahun 1998-2008. Lumayan lama loh.

7. Frank dan Ronald de Boer
 
Frank dan Ronald adalah saudara kembar. Ronald kakak, dan Frank lahir 10 menit setelah sang Kakak. Karir mereka melejit di Ajax Amsterdam. Sayang keduanya gagal di Barcelona, bahkan Frank sempat terganjal kasus doping. Frank de Boer sekarang menjadi pelatih Ajax.

8. Jonathan dan Giovani dos Santos


Jona dan Gio adalah putra dari mantan pesepak bola Brazil, Zizinho. Selain mereka berdua, kakak Jona dan Gio Éder dos Santos juga persepak bola yang bermain di club Mexico. Gio si kakak dipromosikan lebih dulu ke Barca B ketimbang Jona. Mulai musim 2006, Gio sering dipanggil untuk memperkuat tim utama Barca. Hingga musim 2008 ia memutuskan bergabung dengan Tottenham Hotspur. Nah, di Spurs karirnya mulai meredup :( 3 kali ia dipinjamkan di klub yang berbeda. 

Berbeda dengan sang Kakak, Jona menunjukkan progressnya. Beberapa kali ia dipanggil untuk memperkuat tim senior bahkan pernah mengisi posisi bek kanan yang notabenenya bukan posisi asli Jona. Sepeninggalnya Keita ke club China, bersama Sergi Roberto nama Jona santer diberitakan akan promosi ke tim senior. 

Gio dan Jona sempat dipanggil memperkuat timnas Meksiko di Piala Dunia 2010. Btw, Jona pernah kena skandal bersama delapan pemain timnas Meksiko lainnya menjelang Copa Amerika. Jona terlibat dalam skandal dengan pe­la­cur saat menjalani pe­mu­sa­tan la­ti­han di Quito, dan di­ke­luar­kan dari tim. Akibat ulahnya ini, Jona didenda €3.000, dan disanksi selama enam bulan dari sepakbola in­­ternasional.

 9. Rafa dan Thiago Alcantara


Thiago dan Rafa adalah anak dari mantan pesepak bola Brazil, Mazinho dan ibunya mantan atlet Voli. Udah sering dong denger nama Thiago? Yups, belakangan ini nama Thiago akrab di telinga Cules dan penikmat sepakbola lainnya. More about Thiago cek disini. Bagaimana dengan Rafa? Rafa atau yang akrab dipanggil Rafinha ini sekarang bermain untuk Barca B. Sempat cedera dan membuat performanya menurun di putaran kedua musim kemarin. Semoga ia bisa menunjukkan progress musim depan dan bisa bermain bersama si kakak :) 

Sedikit cerita tentang mereka berdua di timnas. Kalau Thiago yang merupakan pemain naturalisasi Spanyol lebih memilih membela timnas Spanyol ketimbang Brazil yang merupakan tanah kelahiran ayahnya. Sedangkan Rafinha ingin sekali membela timnas Brazil walaupun sempat beberapa membela timnas Spanyol. Saking inginnya, ia sampai menolak panggilan dari Spanyol U-19 yang akan menghadapi EURO U-19 hihihi..

Thanks to: FC Barcelona

Jumat, 06 Juli 2012

Success is destiny, really?

'Wajar aja sih dia lulus perguruan anu, kan dia pintar."

"Wajar aja sih dia kaya, orang tuanya kan kaya. Hartanya juga ga akan abis tujuh turunan."

"Wajar aja sih dia pintar, orang tuanya kan professor."

Dan masih banyak 'wajar aja sih' yang mungkin sering kalian dengar, ya kan? Menurut kalian, apa iya semua kesuksesan tersebut hasil dari 'wajar aja sih' alias takdir? Apa iya semuanya didapat tanpa usaha?

Aku bukan mau berkata sok tau bahkan menggurui, hanya ingin berbagi pendapat dengan kalian. Menurutku, sukses itu pilihan. Pilihan hidup. Bukankah setiap detik, setiap menit, dan setiap inchi langkah kaki kita selalu dipaksa untuk memilih? Memilih mau jadi sukses atau tidak.

Seorang yang pintar pasti memilih suksesnya menjadi orang pintar. Bingung? Bagus. Pilihan disini adalah belajar. Ya, ia memilih menjadi orang pintar dengan belajar yang rajin. Kalau ia tidak memilih tentunya ia tidak akan belajar dan PASTI tidak akan mendapatkan kepintaran tersebut. Mungkin ada yang protes bahwa ada orang-orang tertentu yang sudah ditakdirkan berotak encer atau biasanya aku menyebut 'pintar alami'. Masa iya? Otak sama halnya dengan pisau. Diasah agar tajam dan tumpul apabila tidak diasah. Dan itu pilihan anda.

Seorang yang kaya juga pasti memilih. Memilih apa ? Memilih untuk berusaha. Mungkin orang tuanya memang kaya, tetapi apabila ia tidak berusaha mempertahankan kekayaannya apa iya ia akan tetap menikmati harta tersebut? Ya, jika ia tidak memilih ia bisa saja bangkrut dan hidup susah. Benar?

Seorang yang berbakat apa akan berhasil jika ia tidak menggunakan bakat tersebut? Mustahil. Orang yang mau berusaha bisa jauh lebih sukses ketimbang mereka yang berbakat. Seperti yang aku bilang diatas, percuma jika mereka hanya mengandalkan bakat yang ada tanpa mampu mengasahnya menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar bakat. Keahlian misalnya. Dan orang-orang tidak berbakat bisa membuatnya. Dengan berlatih dan berkemauan yang keras. Dan lagi-lagi pilhan, mau menjadi seperti itu atau hanya menjadi penonton saja?

Dari ketiga contoh diatas jelas sukses didapat dari usaha. Usaha didapat dari dua pilihan. Apakah mau melakukan usaha tersebut atau tidak. Memilih untuk bangkit lagi setelah terjatuh atau tidak. Memilih untuk mempunyai bakat yang berbeda dengan orang lain atau tidak. Tuhan Maha Adil, teman. Dia tidak akan memberikan keberhasilan tanpa sebuah usaha, sebuah pilihan :)

"Success is not destiny, it's a choice."