Not all writings show the writers' true feeling. It's only their ways to entertain the readers. Sincerely me

Sabtu, 27 April 2013

Tito Vilanova: Untitled


Tito Vilanova lahir dari pasangan bahagia Joaquim Vilanova dan istrinya di Bellcaire d'Empordà, Spanyol. Joaquim Vilanova sempat menjabat sebagai walikota Bellcaire selama 12 tahun (1991-2003). Dilansir dari total barca, Joaquim bercerita saat kecil Tito suka banget ‘nyiksa’ tetangganya dengan latihan nendang ke dinding.

Vilanova; Duduk, kedua dari kanan
 

Joaquim: “Ia menghabiskan waktu berjam-jam utk menendang. Dan tetangga kami yang miskin tidak pernah mengeluh. Kadang setelah makan malam ia sering berkata ‘aku akan bermain sebentar’ dan dia akan menghabiskan waktu 2 jam untuk menendang bola. Ia sangat terobsesi pada sepakbola, tendangan yang sangat bagus ke dinding. Anak laki-laki, walaupun sedikit hiperaktif.”

Joaquim Vilanova
 
Kadang-kadang Tito dimarahin ayahnya karena terlalu sering main bola. Wuih, dasar bocah.

Joaquim: “Kadang-kadang aku memarahinya; ‘Tinggalkan bola! Kamu tak bisa hanya bermain sepakbola.”

Joaquim dan istrinya termasuk salah satu orang yang terkejut saat Tito ditunjuk sebagai pengganti Pep. Tapi seperti ayah-ayah yang lainnya ia tak bisa menyembunyikan kebanggaannya atas penunjukkan tersebut.

Joaquim: “Istriku dan aku sedang menata meja untuk makan siang saat itu dan kami ingat tentang konferensi press Pep. Kami menonton tv dan ketika Sandro mengatakan bahwa Tito akan menjadi pelatih baru, kami berdua berseru: ‘Apa!?!’. Kami terdiam dengan mulut terbuka.”

Joaquim: “Ini membuat kami sangat gembira, tapi juga merasa sedikit cemas karena itu adalah tanggung jawab yang besar. Tapi berita yang nyata bagi kami adalah jika ia menerima pekerjaan itu berarti penyakitnya telah pergi.”

Ayahnya Tito yang merupakan pendiri Penya Barcelonista de L’Escala 36 tahun lalu bukan termasuk orang yang suka muncul di pers. Ia lebih suka bekerja ketimbang difoto atau mencari popularitas. Sebuah sikap pemalu yang ia turunkan ke anaknya. Musim panas dua tahun lalu, Tito Vilanova menolak tawaran yang dibuat oleh walikota Bellcaire, David Font, untuk membuat acara penghormatan untuknya setelah Barcelona memenangkan La Liga dan Liga Champions.

Joaquim: “Tito berkata ia belum melakukan sesuatu yang penting dan orang-orang seperti petani atau yang telah bekerja sepanjang hidup mereka lebih layak mendapatkan pujian. Ia adalah orang yang rendah hati dan ia mewujudkan nilai-nilai yg selama bertahun-tahun ia coba tanamkan untuk pemuda-pemuda dengan olahraga.”

Ada cerita mengharukan soal Tito waktu doi masih kecil (menurut aku sih). Jadi waktu itu disuatu pertandingan Tito ga patuh sama intruksi pelatih. Pelatih meminta Tito muda untuk berhenti mencoba mencetak goal. Tugas dia malah sebaliknya, menjaga pemain-pemain berbahaya dari tim rival. Tito ga ngedengerin dan terus melancarkan serangan. Nah abis pertandingan mulai saling tuding menuding. Dan ketika pelatih nanya kenapa dia ga mau nurut sama intruksi, dengan jujur dan lugunya ia menjawab: Ibuku janji membelikan jersey Barça jika aku berhasil mencetak gol. What a nice story it was. :’)

Source: Total Barca

Jumat, 26 April 2013

Tito Vilanova: Si Pucat Entrenador FC Barcelona

Pemilik nama lengkap Francesc "Tito" Vilanova i Bayó ini lahir pada 17 September 1968 di Bellcaire d'Empordà, Spanyol.  Sebagai pemain sepakbola yg berposisi sebagai midfielder, karirnya tidak bisa dibilang ‘wah’. Ia mulai bermain sepakbola di akademi La Masia tahun 1984 — tahun yang sama saat Guardiola bergabung di La Masia. Jadi waktu itu di La Masia sekitar musim 1985/1986, Vilanova sempet main bareng sama Guardiola, Amor, Roura, dan Altimira. 



Vilanova berhasil menembus skuad Barça B selama dua musim (1988/1990) tapi sayang karirnya di Barça hanya berakhir sebatas Barça B. Ia gagal menembus skuad utama dan hanya sempat bermain di 3 pertandingan persahabatan.  Sejak itu, Vilanova melalang buana ke sejumlah klub 'gurem' dimulai dari Figueres, Celta, Badajoz, Mallorca, Lleida, Elche hingga Gramenet sampai akhirnya ia memutuskan gantung sepatu di tahun 2002.


Karir kepelatihannya dimulai saat ia mengambil alih skuad Cadet B yg dihuni Gerard Piqué, Cesc Fàbregas dan Lionel Messi. Sempat mencoba peruntungan menjadi pelatih Palafrugell hingga Direktur Teknis Terrassa FC, Tito akhirnya kembali lagi ke Barça setelah Pep meminta Tito mendampinginya di Barça B. Dan era gemilangnya pun dimulai. *drum roll*

Sukses membawa Barça B promosi ke Segunda B, Tito kembali mendampingi Pep menukangi skuad utama Barça. Oke, kita mulai memasuki era superior Barça. Di 4 musim menjadi partner, Pep dan Tito berhasil mempersembahkan 14 trofi untuk Barça. Jumlah trofi terbanyak melampaui era Cruyff (11 trofi).

 

Nama Tito membooming setelah insiden Mourinho mencolok matanya di ajang Spanish Super Cup. Saat itu Mou berkilah ia tak tau siapa Tito, dan keduanya dihukum atas insiden tersebut. November 2011, Barça sempat kehilangan Vilanova beberapa saat setelah ia didiagnosa terkena tumor pada kelenjar parotis. Ia pun menjalani operasi pengangkatan tumor. Operasi tersebut berjalan sukses, dan Tito bisa kembali bekerja.

Pada 27 April 2012 sebuah kabar mengejutkan terdengar setelah Pep mengumumkan bahwa ia tidak memperpanjang kontrak dan klub telah menunjuk Tito Vilanova menjadi pelatih baru di Barça.

Pep: “Dia (Vilanova) adalah orang yang kapabel dan para pemain telah mengenalnya.”

Pep: “Aku hanya penyalur ide-ide yg kami kembangkan bersama, dan dia akan memberikan hal-hal yg tak dapat lagi kuberikan kepada klub dan pemain.”

 

Tito resmi menjadi manager Barça setelah pada 15 Juni 2012 ia menandatangani kontrak berdurasi 2 tahun dan menjadikannya manajer Catalan ke 16 yg mengarmadai Barça. Penunjukkan atas dirinya menimbulkan banyak tanda tanya besar oleh publik. Bahkan Tito sendiri tak khawatir dirinya akan dibanding-bandingkan dengan Pep.

Tito: “'Aku tak takut dibandingkan antara Barça nya (Pep) dan Barça ku. Aku akan menghilangkann semua perbandingan itu, aku tau.”

Tito: “Tapi aku datang kesini bukan utk dibandingkan dg Pep. Aku datang utk mengerjakan tugasku.”

Tito juga mengaku ia berpikir keras sebelum menerima kesempatan untuk menggantikan Guardiola.

Tito: “Aku meminta waktu utk berpikir karena aku juga lelah dan aku datang dari situsi yang sulit.”

Tito: “Aku menjalani operasi yang sulit beberapa bulan lalu dan aku harus berbicara dengan dokter dan keluargaku sebelum menerima penawaran tersebut. Tapi mereka bilang aku orang yang tepat. Aku benar-benar melihat kedepan untuk pekerjaan itu.”

Debutnya di kompetisi resmi bersama Barça dimulai dengan mengalahkan Sociedad 5-1 di jornada1 La Liga. Sempat dikalahkan Madrid di ajang Spanish Super Cup, Tito berhasil membawa Barça meraih 15 kemenangan dan sekali imbang di Liga dan bercokol sebagai pemuncak klasemen

Hingga pada 19 Des 2012 dilansir kabar bahwa tumornya Tito kembali kambuh. Sempat absen beberapa bulan karena proses pemulihan di New York, Tito akhirnya kembali mendampingi Barça di ajang Liga Champions 3 April 2013 lalu saat dijamu PSG. Horeeeee! \o/


Kehidupan Pribadi

Siapakah wanita beruntung yang menjadi istri Tito Vilanova saat ini? Yak ia adalah Montse Chaure yg bekerja sebagai designer grafis. 

 

Mereka berdua bertemu saat keduanya berumur 18 tahun. Waktu itu Tito masih bermain di Barcelona. Enam tahun kemudian tepatnya di tahun 1992 mereka berdua menikah dan sejak itu Montse selalu mengikuti Tito kemanapun ia bermain. So sweet. :3

 

Tito dan Montse mempunyai dua anak; satu perempuan dan satu laki-laki. 1 Juni 1994, anak perempuan pertama mereka lahir dan diberinama Carlota Vilanova. Sekarang, cewek cantik satu ini lagi kuliah di sekolah bisnis di Barcelona. 

Carlota Vilanova

Lalu pada 11 Februari 1997, anak kedua mereka lahir. Udah pada tau kan? Ya dedek Adria Vilanova yang saat ini termasuk dalam skuad Cadet A mengikuti jejak Sang Ayah di dunia sepakbola.

 
Adria Vilanova

 
Adria dan Carlota Vilanova

Sources: FC Barcelona

             FC Barcelona
             Goal
             Daily Mail
            Slimcelebrity

Sabtu, 13 April 2013

Belajar Pada Petuah

Pernah mendengar petuah bijak; 'Kerjakan apa yang kamu cintai dan cintai apa yang kamu kerjakan'? Pasti tidak asing lagi bukan, bahkan mungkin ada yang menjadikannya pedoman dalam kehidupan.

Kerjakan apa yang kamu cintai
Mudah sekali melakukan apa yang disebutkan kalimat diatas karena kebanyakan orang pasti memilih apa yang mereka sukai atau dibidang mana mereka berbakat. Mengerjakan pekerjaan yang kita sukai juga bukan perkara yang sulit karena pasti kita akan mengerjakannya secara total dan menginkan hasil terbaik untuk apa yang dikerjakan..

Tapi bagaimana dengan; mencintai apa yang kamu kerjakan ?
Tidak semua orang dapat melakukannya. Tidak semua orang dapat memaksakan diri mencintai apa yang ia kerjakan dan hasilnya pasti tidak maksimal dan bisa berujung fatal bagi orang tersebut. Tapi apa benar kita tidak bisa memaksakan diri mencintai pekerjaan yang dijalankan? Tidak. Kebiasaan kuncinya. Bisa karena terbiasa. Jika kita melakukan itu setiap hari dan berada di lingkungan itu setiap hari, suatu saat kita pasti merasa nyaman dan klop dengan apa yang dikerjakan. Tapi asal tidak ada kata pantang menyerah dan mau mencoba.

Kenapa aku bilang begitu? Siapa sih yang mau bertaruh dan berpeluh dengan pekerjaan yang kita anggap memuakkan dan menjenuhkan? 5 dari 10 orang sudah pasti mengundurkan diri dan mengejar apa yang mereka sukai. Bagaimana dengan 5 yang lain? Bertahan,, beradaptasi, dan menyesuaikan diri atau bahasa kasarnya ya memaksakan diri mencintai aoa yang sedang kita pegang.

Tak mudah memaksakan diri mencintai sesuatu, tapi aku yakin setiap orang pasti bisa. Termasuk diri ku sendiri. :) Believe!

Rabu, 10 April 2013

Macet Lagi (Macet Lagi)

Macet kayaknya udah jadi hal yang sangat lumrah bagi mahasiswa/i Universitas Sriwijaya yang kesabarannya udah diuji berpuluh-puluh kali. Macet Layo-Palembang adalah keadaan turun menurun yang dalam satu bulan bisa terjadi 2-3 kali dan lucunya walaupun keadaan tersebut udah terjadi berkali-kali, tetap saja belum ada solusi yang tepat untuk memecahkannya. Janji demi janji yang dilontarkan Gubernur-Gubernur akhirnya hanya menjadi janji pemanis kampanye semata. Wacana proyek demi proyek dan omong kosong lainnya juga hanya berakhir pada sekedar wacana. Tak ada solusi apapun, dan pada akhirnya kami lah yang menanggung semuanya.

Rasanya jengah mendengar omongan 'Layo ke Palembang macet' yang dilontarkan saat pulang dari kampus. Membangun dan memajukan Sumatera Selatan kata 'mereka'. Tapi menuntut ilmu saja pun kami tidak diberi fasilitas baik yang seharusnya kami dapatkan. Efektivitas dan efisiensi yang harus dibayar mahal di keadaan seperti ini. Bukan, itu bukan hanya untuk kami sebagai mahasiswa/i. Juga untuk supir truk yang mengejar setoran, supir bus yang bertanggung jawab atas penumpang bus, dan pengendara lainnya yang terjebak dalam kemacetan. Membuang waktu dan uang, sudah kaya betul rasanya orang Indonesia.

Untuk yang terhormat; bapak yang duduk di singgasana tertinggi provinsi yang sangat saya cintai ini. Apa bapak terlalu sibuk dengan urusan diluar sana hingga lupa dengan keadaan kami yang disebut-sebut sebagai generasi penerus bangsa? Apa permintaan kami atas kenyamanan menuntut ilmu adalah permintaan yang sangat berat dan muluk-muluk?

Ah, sudahlah saya tak ingin menyalahkan siapapun. Mungkin ini adalah the sweetest part menjadi mahasiswa Universitas Sriwijaya. Tapi percayalah, tak ada salahnya memasukkan derita manis kami ini kedalam program kerja calon pemimpin selanjutnya dimasa mendatang. Salam mahasiswa!

Saya tidak bermaksud menyinggung salah satu pihak. Ini cuma keluh kesah sebagai mahasiswa.

Selasa, 09 April 2013

Ya Sudahlah

Ketika hasil yang kau dapat tak semaksimal usaha yang kau perjuangkan, ya sudahlah..Ketika yang kau kejar tak kunjung menoleh padamu, walau sekeras apapun kau mencuri perhatiannya; ya sudahlah..Ketika yang kau khayalkan dan impikan tak sesuai dengan keyataan yang ada, ya sudahlah..Ketika tak ada yang mengulurkan tangan saat kau terjatuh dari kejamnya dunia, ya sudahlah..Ketika dia yang biasanya menemanimu tak kunjung menampakkan batang hidungnya (lagi) untuk menyodorkan pundaknya, ya sudahlah..
Mungkin ini kesekian kalinya aku merasa apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapanku. Tapi rasa kecewa masih saja menerjang seakan tak pernah puas untuk yang sudah-sudah. Huft! Mengeluh pun tak sanggup memandamkan kekecewaan ini. 
Berlapang dada sepertinya solusi yang tepat. Berusaha membuktikan aku BISA dan aku MAMPU (mungkin) akan menjadi sirup pemanis untuk menjalani hari-hari yang (sepertinya) akan pahit. Tak ada yang benar-benar tahu bagaimana dan siapa aku selain diriku sendiri. Semangat!
Saat kau berlari mengejar anganmu, dan tak pernah sampai.. Ya sudahlah

Jumat, 05 April 2013

Dari Seorang Kondektur Bus

Sebuah kisah lama yang ingin kuabadikan bersama tulisan-tulisan tak bernyawa lainnya..

Sebelumnya, aku ingin bertanya: Apa pendapatmu tentang seorang kondektur bus? Kumel, kucel, urak-urakan, bau, nakal, menyeramkan dan perspektif negatif lainnya pasti terlintas di pikiran kalian. Tapi ada momen saat pepatah 'Dont judge book by its cover' sepenuhnya benar. Dan inilah ceritanya..

Suatu hari di saat matahari berada di posisi tertingginya, aku baru saja selesai les dan berencana pulang ke rumah. Bus jurusan bukit lah yang senantiasa mengantarkanku pulang. Belum ada yang berbeda saat aku masuk dan duduk di dalam bus, asap rokok masih saja menjadi penghias di derup udara yang bercampur polusi. Seorang kondektur berperawakan kurus, kumel, urak-urakan dengan cat rambut merah bak Ayu Ting Ting datang menagih ongkos setiap penumpang.

10 menit, 14 menit, 20 menit berlalu saat bus berhenti tepat di depan seorang lansia renta yang berjalan tertatih ke dalam bus. Dentingan koin beradu dengan kaca bus terus diketuk-ketukkan pertanda bus belum boleh berjalan. Dengan gesitnya, kondektur itu mencegah lansia tadi duduk di kursi yang berada dekat pintu yang tentu saja berbahaya bagi dirinya. Ia bahkan mendesak seorang wanita muda untuk bertukar tempat duduk dengan lansia itu. Hingga ia yakin lansia itu aman dan nyaman di bangkunya, ia memberi tanda bus untuk berjalan. 

Beberapa saat kemudian ketika nenek tadi (lansia) ingin membayar ongkos, ia (kondektur) bersikeras untuk tidak menerimanya. Ya memang ongkos bus cuma Rp 2.000 tapi tentu sangat berharga bagi mereka yang harus menyetorkan uang sewa setiap hari. Jangan bayangkan kondektur tadi menolak dengan halus atau lembut, dengan gaya 'selenge-an' (dengan maksud yang baik) ia menepis uang tadi dan berjalan meninggalkan nenek yang tampaknya bengong dengan sikap kondektur muda satu ini.

Momen lain datang saat nenek itu turun lebih awal dari tempat tujuanku, dengan sigapnya si kondektur menuntun beliau turun dari bus dan menurunkan barang-barang yang dibawa. Dan ketika bus mulai melaju, dengan ramahnya ia melambaikan tangan seraya berkata, "hati-hati nek".

Menurutmu simpel kah kisah ini? Mungkin ya, tapi kondektur ini mengajarkan banyak hal; tata krama, sikap menghormati dan membantu orang yang lebih tua. Mungkin untuk kalian (dan mungkin diriku sendiri) yang terlilit ego yang besar tak akan menyangka bahwa pelajaran moral bisa didapatkan dari seorang kondektur bus selengek-an dengan derajat dan latar belakang pendidikan yang jauh dibawah kalian. Mulailah belajar bersikap untuk beberapa hal kecil yang terlupakan.

Untuk yang telah memberikan pelajaran berharga, 

Terima Kasih