Tito
Vilanova lahir dari pasangan bahagia Joaquim Vilanova dan istrinya di Bellcaire
d'Empordà, Spanyol. Joaquim Vilanova sempat menjabat sebagai walikota Bellcaire
selama 12 tahun (1991-2003). Dilansir dari total barca, Joaquim bercerita saat
kecil Tito suka banget ‘nyiksa’ tetangganya dengan latihan nendang ke dinding.
![]() |
| Vilanova; Duduk, kedua dari kanan |
Joaquim: “Ia
menghabiskan waktu berjam-jam utk menendang. Dan tetangga kami yang miskin
tidak pernah mengeluh. Kadang setelah makan malam ia sering berkata ‘aku akan
bermain sebentar’ dan dia akan menghabiskan waktu 2 jam untuk menendang bola.
Ia sangat terobsesi pada sepakbola, tendangan yang sangat bagus ke dinding.
Anak laki-laki, walaupun sedikit hiperaktif.”
![]() |
| Joaquim Vilanova |
Kadang-kadang
Tito dimarahin ayahnya karena terlalu sering main bola. Wuih, dasar bocah.
Joaquim: “Kadang-kadang aku memarahinya; ‘Tinggalkan bola! Kamu tak bisa hanya bermain sepakbola.”
Joaquim dan
istrinya termasuk salah satu orang yang terkejut saat Tito ditunjuk sebagai
pengganti Pep. Tapi seperti ayah-ayah yang lainnya ia tak bisa menyembunyikan
kebanggaannya atas penunjukkan tersebut.
Joaquim: “Istriku dan aku sedang menata meja untuk makan siang saat itu dan kami ingat tentang konferensi press Pep. Kami menonton tv dan ketika Sandro mengatakan bahwa Tito akan menjadi pelatih baru, kami berdua berseru: ‘Apa!?!’. Kami terdiam dengan mulut terbuka.”
Joaquim: “Ini membuat kami sangat gembira, tapi juga merasa sedikit cemas karena itu adalah tanggung jawab yang besar. Tapi berita yang nyata bagi kami adalah jika ia menerima pekerjaan itu berarti penyakitnya telah pergi.”
Ayahnya Tito yang merupakan pendiri Penya Barcelonista de L’Escala 36 tahun lalu bukan termasuk orang yang suka muncul di pers. Ia lebih
suka bekerja ketimbang difoto atau mencari popularitas. Sebuah sikap pemalu
yang ia turunkan ke anaknya. Musim panas dua tahun lalu, Tito Vilanova menolak tawaran yang dibuat oleh walikota Bellcaire, David
Font, untuk membuat acara
penghormatan untuknya setelah Barcelona
memenangkan La Liga dan Liga Champions.
Joaquim: “Tito berkata ia belum melakukan sesuatu yang penting dan orang-orang seperti petani atau yang telah bekerja sepanjang hidup mereka lebih layak mendapatkan pujian. Ia adalah orang yang rendah hati dan ia mewujudkan nilai-nilai yg selama bertahun-tahun ia coba tanamkan untuk pemuda-pemuda dengan olahraga.”
Ada
cerita mengharukan soal Tito waktu doi masih kecil (menurut aku sih). Jadi
waktu itu disuatu pertandingan Tito ga patuh sama intruksi pelatih. Pelatih
meminta Tito muda untuk berhenti mencoba mencetak goal. Tugas dia malah
sebaliknya, menjaga pemain-pemain berbahaya dari tim rival. Tito ga ngedengerin
dan terus melancarkan serangan. Nah abis pertandingan mulai saling tuding
menuding. Dan ketika pelatih nanya kenapa dia ga mau nurut sama intruksi,
dengan jujur dan lugunya ia menjawab: Ibuku janji membelikan jersey Barça jika
aku berhasil mencetak gol. What a nice story it was. :’)
Source: Total Barca





