Not all writings show the writers' true feeling. It's only their ways to entertain the readers. Sincerely me

Kamis, 23 Januari 2014

Seandainya

Apa yang terbayang dalam benakmu jika mendengar kata "seandainya" ?

Angan, ilusi, khayalan

Menurutku, seandainya adalah kata yang menjadi awal dari sebuah rangkaian harapan atau mimpi yang sedang mencoba untuk diraih atau bahkan tidak bisa diraih lagi?  Atau bisa dijadikan sebagai kata penyesalan akan satu tindakan bodoh yang pernah dilakukan?

Mungkin keduanya benar. Mungkin juga kau punya pendapat lain? Ah, apapun itu seandainya tetap seandainya. Seandainya tidak akan merubah kenyataan apapun, seandainya tetap menyimpan sesal — juga harapan kosong. Berharap yang itu-itu lagi, lalu dihempaskan oleh waktu yang menyeretmu kembali kepada kenyataan.

Tak perlu berhitung berapa kali aku selalu berucap seandainya. Sebuah kata yang sangat lumrah kuucapkan sejak bertemu denganmu. Berharap ibu peri tak sengaja mendengar, lalu mengabulkan harapan si empunya mata abu-abu ini. Nyatanya khayalan putus asa itu benar-benar tak sejalan, sekalipun aku memaksamu bertahan sekalipun aku berusaha mensejajarkan langkahku, semuanya tak akan lagi sama. Dongeng ini tak seperti dongeng-dongeng Walt Disney atau Andersen yang berakhir bahagia.

Seandainya waktu berjalan atas kemauanku, mampukah ia memperbaiki keadaan? Mampukah ia merekatkan kepingan yang hilang? Menyamakan jalan yang tak lagi sama? Hingga menyeimbangkan simfoni yang tak lagi padu? Sampai di satu titik waktu membuktikan, beberapa orang dapat tinggal di hatimu; tapi tidak di hari-harimu.