Not all writings show the writers' true feeling. It's only their ways to entertain the readers. Sincerely me

Rabu, 10 April 2013

Macet Lagi (Macet Lagi)

Macet kayaknya udah jadi hal yang sangat lumrah bagi mahasiswa/i Universitas Sriwijaya yang kesabarannya udah diuji berpuluh-puluh kali. Macet Layo-Palembang adalah keadaan turun menurun yang dalam satu bulan bisa terjadi 2-3 kali dan lucunya walaupun keadaan tersebut udah terjadi berkali-kali, tetap saja belum ada solusi yang tepat untuk memecahkannya. Janji demi janji yang dilontarkan Gubernur-Gubernur akhirnya hanya menjadi janji pemanis kampanye semata. Wacana proyek demi proyek dan omong kosong lainnya juga hanya berakhir pada sekedar wacana. Tak ada solusi apapun, dan pada akhirnya kami lah yang menanggung semuanya.

Rasanya jengah mendengar omongan 'Layo ke Palembang macet' yang dilontarkan saat pulang dari kampus. Membangun dan memajukan Sumatera Selatan kata 'mereka'. Tapi menuntut ilmu saja pun kami tidak diberi fasilitas baik yang seharusnya kami dapatkan. Efektivitas dan efisiensi yang harus dibayar mahal di keadaan seperti ini. Bukan, itu bukan hanya untuk kami sebagai mahasiswa/i. Juga untuk supir truk yang mengejar setoran, supir bus yang bertanggung jawab atas penumpang bus, dan pengendara lainnya yang terjebak dalam kemacetan. Membuang waktu dan uang, sudah kaya betul rasanya orang Indonesia.

Untuk yang terhormat; bapak yang duduk di singgasana tertinggi provinsi yang sangat saya cintai ini. Apa bapak terlalu sibuk dengan urusan diluar sana hingga lupa dengan keadaan kami yang disebut-sebut sebagai generasi penerus bangsa? Apa permintaan kami atas kenyamanan menuntut ilmu adalah permintaan yang sangat berat dan muluk-muluk?

Ah, sudahlah saya tak ingin menyalahkan siapapun. Mungkin ini adalah the sweetest part menjadi mahasiswa Universitas Sriwijaya. Tapi percayalah, tak ada salahnya memasukkan derita manis kami ini kedalam program kerja calon pemimpin selanjutnya dimasa mendatang. Salam mahasiswa!

Saya tidak bermaksud menyinggung salah satu pihak. Ini cuma keluh kesah sebagai mahasiswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar