Palembang masih tampak seperti biasa siang ini. Matahari masih senantiasa berbagi kehangatan untuk kami yang membutuhkan. Aku juga seperti biasa, bergolek malas di tempat tidur dengan buku tebal di tangan dan earphone sebagai pelengkap. Bosan. Sampai aku menerima sebuah pesan singkat yang mengundangku melangkah keruang tengah membuka laptop diatas meja. Hembusan nafas kecewa kurasakan setelahnya. Ya, tak kudapati apa yang menjadi tujuanku mengetik serangkaian link di kolom web adress firefox. Tapi jari jemari lincah ini tak berhenti begitu saja. Dengan gemulainya mereka mengetik rentetan link lainnya sebagai pengusir kebosanan. Membaca beberapa prosa membuatku rindu akan rutinitasku dulu, menulis tentang kamu.
Hai, apa kabar kamu disana? Aku kembali menulis lagi tentang kamu yang sudah pasti tak akan membaca tulisan ini. Sebetulnya aku juga tak pernah berharap kamu membaca tulisan ini. Biarkan aku mengagumimu lewat jemari yang menari di atas tuts keyboard laptop tua.
Hai, kamu yang disana. Apa kamu menikmati hidupmu saat saat ini? Aku beruntung dapat melihatmu menemukan kebahagiaan yang akhirnya pantas kau dapatkan. Kamu pasti sudah lama menginginkannya bukan? Merasa dicintai dan diperdulikan orang yang kamu sayangi. Aku bahagia meskipun kamu tak pernah melibatkanku dalam hal ini.
Hai, kamu yang disana. Sebenarnya, aku tak tau apa yang ingin ku tulis untukmu, aku hanya ingin menulis. Jadi, maafkan tulisan sederhana yang dengan hina aku peruntukkan untuk kamu.
Semoga kau selalu bahagia,
Aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar